Sidoarjo, jurnalanadi57.blogspot.com –Untuk Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW jamaah Masjid Baitul Muttaqin
Menggelar Sholat Idul Adha di Masjid Baitul Muttaqin dengan mengundang Khatib Shalat Idul Adha 1447 H Selasa (27/05/2026) di Masjid Baitul Muttaqin Ustadz Tabroni S. Hi S.Pd dan bertindak sebagai Billal ustaf Kamim.
Dalam kutbahnya ustada Tobrani mengajak jamaah untuk meluruskan kembali niat berqurban di tengah maraknya tren pamer di media sosial, selain itu juga menegaskan bahwa hakikat qurban bukan terletak pada besarnya hewan atau mahalnya harga, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan hati.
“Setiap tahun kita menyembelih hewan qurban. Namun mari renungkan, apakah ibadah kita masih memuat ruh yang sesungguhnya? Ataukah qurban telah bergeser menjadi sekadar rutinitas tahunan, atau bahkan ajang adu gengsi sosial?” ujar beliau di hadapan ribuan jamaah.
*Mengutip QS. Al-Hajj ayat 37, khatib mengingatkan bahwa daging dan darah hewan qurban tidak akan sampai kepada Allah. “Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan dari kita. Allah tidak menilai seberapa besar ukuran sapi atau seberapa mahal harga kambing. Allah menilai keimanan dan keikhlasan di dalam hati,” tegasnya.
Lebih Ustadz Ustadz Tabroni menyoroti penyakit riya’ dan flexing yang kini menggerogoti ibadah di era digital. “Sangat mudah bagi seseorang memotret hewan kurbannya, mengunggah ke medsos, lalu membandingkannya dengan milik orang lain demi pujian. Ketika fokus kita bergeser pada jumlah like dan komentar, maka pada saat itulah hakikat qurban kita gugur,” pesannya.
Menurutnya, menyembelih hewan qurban adalah simbol untuk menyembelih sifat-sifat hewaniyah dalam diri manusia. Karena itu, ia mengajak jamaah melakukan 3 hal di momen Idul Adha ini:
*1. Menyembelih sifat serakah dan tamak*, agar tidak menghalalkan segala cara dalam mencari rezeki.
*2. Menyembelih sifat sombong*, agar tidak merasa lebih mulia karena pangkat atau harta.
*3. Menyembelih sifat kikir dan individualis*, agar peduli pada tetangga dan saudara yang kekurangan."Tuturnya.
“Tantangan terbesar manusia modern bukan lagi berhala batu, melainkan berhala bernama pujian manusia yang difasilitasi medsos. Allah tidak peduli jumlah likes kita. Qurban yang sejatinya mendekatkan diri kepada Allah justru berubah jadi ajang meninggikan diri di hadapan manusia,” lanjut Ustadz [Nama Khatib].
Tabroni berpesan agar jamaah meluruskan niat. “Jika berkurban di masjid, sembelih rasa sombong saat hewan kita ditonton orang. Jika berkurban sembelih keinginan flexing, Gantilah dengan keikhlasan, mengharap ridha Allah semata,” pungkasnya.
Shalat Idul Adha di Masjid Baitul Muttaqin berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar ratusan jamaah. Usai shalat, panitia langsung melaksanakan penyembelihan 5 ekor sapi dan 7 ekor kambing, dan daging qurban disalurkan kepada warga yang berhak menerimanya."Pungkasnya.
(@.prm)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar